Header Ads

Acara Tak Menarik, Tanggamus Expo 2018 Sepi Pengunjung


MesujiPost.Com | Sejak Kemarin Malam (26/3) Pemerintah Kabupaten Tanggamus menghelat seremoni Pembukaan Tanggamus Expo 2018. Even akbar tahunan ini, merupakan rangkaian untuk mengisi Hari Ulang Tahun ke-21 Kabupaten Tanggamus.

Dari pengamatan situasi di lokasi, diduga lantaran tak ada bazaar pasar malam, masyarakat terkesan ogah datang ke lokasi expo. Gembar-gembor akan dihadiri Penjabat Gubernur Lampung Didik Suprayitno, ternyata hanya dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lampung, Satria Alam.

Sangat jauh berbeda dengan gelaran tahun-tahun sebelumnya yang selalu padat pengunjung, situasi sebaliknya terjadi malam ini. Jauh panggang dari api. Alih-alih menarik minat masyarakat kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama untuk menyaksikan pameran pembangunan dan perekonomian, kegiatan yang notabene digelar untuk menjadi pusat hiburan rakyat justru lengang dari pengunjung.

Lain hal dengan Pj bupati Zainal Abidin ia merasa cukup puas dengan malahan memberikan nilai delapan atas acara malam ini dengan berdalih faktor cuaca menanggapi kurangnya pengunjung, hal tersebut ia sampaikan saat jumpa perss di stand KOMINFO.

"Puas, cukup puas  kasih nilai lapan", dan saat kembali kami mempertanyakan apakah bukan karena acaranya begini begini aja beliau menyanggah tidak," oh tidak, tidak ini karena faktor cuaca saja, besok lah ya pasti rame besok," ujarnya.

"Sebenarnya kami malas ke sini mas. Tapi berhubung anak-anak kami ngotot ingin lihat pameran, jadi sebagai orang tua ya kami turuti. Apalagi sudah gerimis lebet sejak sore tadi. Harapannya, Pemkab Tanggamus menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu. Kalau begini-begini saja, kami bosan," ungkap Ferdian (34), warga Kotaagung.

Situasi minimnya pengunjung tersebut diperparah dengan rintik gerimis yang sedari petang sudah membasahi lokasi Tanggamus di Halaman Masjid Nurul Faidzin Kawasan Islamic Center Kotaagung. Selain lantaran faktor cuaca yang kurang mendukung, pengunjung juga mengaku jenuh dengan seremoni yang diduga menelan biaya hingga ratusan juta rupiah itu.

Opini serupa juga diungkapkan oleh sekelompok siswi sekolah menengah atas dari Kotaagung. Menurut mereka, sebenarnya ada faktor lain yang membuat mereka "maju-mundur" mengunjungi perhelatan yang tahun ini di bawah kendali Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Tanggamus.

"Kami memang rumah nggak jauh om, hanya di Kotaagung. Tapi awalnya kami ragu mau ke sini. Karena lokasinya di Islamic Center. Kalau mau ke sini, kan harus lewat jalur dua Islamic Jalan Soekarno-Hatta yang dikenal rawan begal dari dulu. Tapi karena kami mau have fun dan cari barang-barang murah di pasar malam, akhirnya kami nekat berangkat. Nggak tahunya sampai di lokasi, malah pasar malamnya nggak ada. Ini kami mau langsung pulang lagi aja. Takut kemalaman," tutur Dewi (16) yang diamanini tiga kawannya Siwi (15), Desi (16), dan Riska (16).

Meskipun cukup banyak orang berseliweran di lokasi panggung utama, namun mayoritas dari mereka adalah anak, keluarga besar, serta kerabat para pejabat lingkup Pemkab Tanggamus. Ditambah lagi seluruh pegawai, mulai dari ASN hingga Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dan/atau honorer yang sibuk menjaga stan pameran.

Minimnya pengunjung pada Tanggamus Expo 2018 ini, juga dikeluhkan oleh penjaga mobile stan salah satu toko waralaba di Indonesia. Pria berseragam warna biru itu tanpa ragu mengamini, malam pembukaan Tanggamus Expo 2018 sangat minim dari pengunjung. Sebab sejak petang hingga pukul 20.33 WIB ketika seremoni pembukaan dimulai, pihaknya baru mampu menghasilkan 122 lembar struk pembelian.

"Jumlah itu pun global sejak pukul 16.30 WIB tadi bang. Kalau murni dari selepas Adzan Maghrib tadi sampai malam ini, baru 49 lembar (struk pembelian). Dilihat dari jumlah itu, makanya kami bisa bilang bahwa pengunjung pembukaan Tanggamus Expo 2018 ini anjlok drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ungkap pria berpostur tubuh kurus tinggi itu seraya melayani pembeli.

Jurnalis : Rendi Ronaldo/Budi WM



Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.