Header Ads

Soal Penangkapan Santri MTS, Kepsek Bantah Keterangan Polisi




MesujiPost.Com | Penangkapan salah satu pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang ada di kabupaten Pringsewu atas dugaan pencabulan anak dibawah umur menjadi tanda tanya Sunanto yang menjabat sebagai Kepala Sekolah dan guru BK di MTS tempat FR menuntut ilmu.

Pres rilise yang di gelar Polsek Pringsewu dan terexpos oleh sejumlah kalangan media dirasa tidak sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya, hal ini tentunya harus diralat atau diluruskan agar tidak merugikan salah satu pihak.

Kepada awak media Sunanto ceritakan akfifitas FR disekolah sebelum penangkapan ditambah lagi keterangan dari kepolisian bahwasannya FR kabur selama 3 minggu hal itu dibantah oleh kepala sekolah , rabu(21/03/2018)

"FR tidak pernah kabur sebelum ditangkap, dan FR selalu aktif setiap harinya masuk sekolah,hal ini dibuktikan dengan absensi yang ada di sekolahan." tegasnya

Lanjutnya, "Kepsek membantah dengan berita yang menyatakan bahwa sebelum penangkapan, FR kabur sampai 3 Minggu hingga penangkapan terjadi di kediamanya, pihak sekolah akan berupaya meminta kepada aparat hukum untuk mempertimbangkan mengingat FR masih berstatus pelajar dan dalam waktu dekat akan ada ujian Madrasah, kepsek bejanji jika proses hukum di nyatakan bersalah maka pada waktu ujian akhir nanti pihak sekolah akan mengirimkan Lembar Jawaban Komputer (LJK) ke Polres,"ucap Kepsek.

Menurut saksi, penangkapan dilakukan saat FR berangkat sekolah dan mengenakan pakaian seragam,  pada hari Senin (05/03/2018) kurang lebih pukul 07.00 wib di lokasi yang tidak jauh dari sekolahanya, diakui saksi memang rumah kediaman FR hanya beberapa meter dari sekolahan akan tetapi penangkapan itu terjadi diluar rumah dalam perjalanan meuju ke sekolah,"kata saksi.

Lantas menurut pengakuan Orang tua FR mengatakan, bahwa dirinya tidak tahu kalau anaknya ditangkap polisi karena pada saat penangkapan tidak ada izin bahkan tidak ada pemberitahuan, hal ini sangat di sayangkan kenapa setelah FR dibawa pihak kepolisian Kami tidak diberi tahu, Kami mengetahui kalau anaknya di bawa orang yang tak dikenal itupun dari teman teman FR.

Bahkan teman teman menduga kalau FR itu di culik karena kejadianya begitu cepat, kemudian atas kejadian tersebut barulah ada pengaduan dari temen temenya dan kami juga spontan kaget mendengar bahwa FR dibawa orang yang tak dikenal,"ucap orang tua FR.

Jurnalis : Nanang Siswanto
Editor.    : Chandra Foetra S.


Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.