Header Ads

Modus Pencaplokan Lahan Warga Mesuji di Register 45 Terungkap di Pengadilan, Tonin: Keterangan Ahli Menyesatkan


MesujiPost.Com | Dalam wawancara via telepon awak media dengan Advokat Ir Tonin Tachta Singarimbun SH yang sudah check in di Bandara Raden Inten siang ini memberikan keterangan sehubungan dengan persidangan pembuktian dalam hal pemeriksaan Ahli oleh PT Silva Inhutani Lampung dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam perkara nomor 07/Pdt.G/2017/PN.Mgl pada hari kamis tanggal 15 Maret 2018 selesai jam 10 malam.

Pengacara asal suku Karo tersebut mengatakan bahwa keterangan ke-2 Ahli hanya untuk kepentingan yang menghadirkannya, artinya jawaban Ahli sudah dibuat seturut dengan keadaan PT Silva Inhutani Lampung dan Kementrian Lingkungan Hidup.

Majelis Hakim juga beberapa kali memperingatkan Ahli untuk memberikan pendapat yang sesuai dengan apa yang ditanyakan Penggugat. Misalnya, Penggugat menanyakan yang jawabannya ya atau tidak tapi oleh Ahli memberikan pendapat yang arahnya pembenaran kepada keadaan PT Silva yang tidak menjalankan Diktum ke-4 SK 93/Kpts-II/1997 tanggal 17 Feb 1997 dan belum dilaksanakannya Diktum ke-1 ayat 2 mengenai pengukuran ulang register 45 Sungai Buaya, setelah SK tersebut dikeluarkan sehingga oleh Ahli tersebut Kehutanan sudah benar setelah SK itu terbit maka lahan masyarakat yang termasuk kedalam beberapa kali.

"Kami ungkapkan disebut pada Berita Acara Pengukuran pada Agustus 1986 yang menurut Ahli Agung dari Kehutanan yang ex PNS Kehutanan pula tentang Berita Acara pengukuran harus ada sebagai dasar penetapan kawasan hutan," katanya.

Pengacara dari ANDITA’S LAW FIRM tersebut menyatakan, "kok ada hari gini atau jaman now ada Ahli yang tidak memiliki ilmu hanya berdasarkan pensiunan PNS bisa-bisanya dihadirkan di Persidangan sebagai Ahli Kehutanan. Wong selama jadi PNS yang bersangkutan bukan Ahli Kehutanan, entah berantah posisnya, tempo hari karena CVnya tidak dibacakan dalam persidangan,".

Saya sudah mengajukan keberatan kepada Ketua Majelis, imbuh Tonin, karena dalam acara persidangan untuk menjadi Ahli itu minimum S3 atau setara dengan itu, atau Dosen khan kacau Negara ini kalau seorang pensiunan semuanya menjadi Ahli.

Dan lanjut Singarimbun, Ahli Agraria seorang Profesor dari UGM Nurhasan juga dihadirkan untuk pembenaran keadaan dan tidak ada sama sekali memberikan keilmuannya kepada Penggugat dan malah ada penyesatan pendapatnya.

"Kalian mungkin kaget kalau tahu Ahli mengatakan Tanah Adat tidak dapat dimiliki dalam jumlah besar yang saya tahu maksudnya untuk membatalkan tanah masyarakat per 10 Ha yang dibeli klien saya yang mana tanah tersebut secara turun temurun dimiliki," pungkasnya.

Tonin menilai Ahli juga menyesatkan dalam hal tidak ada kewajiban pemerintah membayar tanah masyarakat yang dimasukkan kedalam kawasan hutan karena kepada masyarakat dapat mengajukan permohonan kepada Kami (Kehutanan) untuk dikeluarkan.

“Aneh ya kalau begitu kenapa register 45 enggak selesai-selesai," ujar Tonin yang diketahuinya sudah banyak surat masuk tapi tidak ada penyelesaian malah yang ada dibuat kemitraan dengan menanam singkong ha ha ha," katanya.

"Kan ini bertolak belakang mulai kapan negara punya tanah yang diberikan kepada Silva untuk tanam singkong," ujarnya sambil ketawa.

Inilah peran Pengadilan sehingga yang akan diputuskan oleh Majelis Hakim adalah fakta persidangan dan ketersediaan alat bukti,  makanya lahan klien kami 400Ha di Putuk Jaya, Kelurahan Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung yang telah dicaplok oleh Kehutanan menjadi kawasan hutan dapat terungkap dan hukum yang akan berbicara dan menghukum PT Silva Inhutani Lampung dan Kementrian Kehutanan.

Yang seru, lanjut Singarimbun, mengenai pengakuan ke-2 Ahli yang tidak tahu dan tidak pernah terlibat dengan Register 45 Sungai Buaya tersebut dan dalam keadaan sadar pula seperti Profesor tersebut mengatakan menjadi terlibat di Menkopolhukam dalam menangani kasus Register 45 dalam TGF begitu juga Ahli pensiunan PNS Kehutanan memastikan tanah perluasan Register 45 adalah tanah kehutanan, jadi disinilah saya sayangkan sudah ada umur dan dibawah sumpah tapi dengan mudah dapat dibuktikan kata dan kalimatnya.

Dari persidangan kemarin, Ahli juga telah menyeberang dari keahliannya karena telah dapat memberikan pendapat mngenai PTUN, Akta Jual Beli, Notaris, Pengadilan Pidana yang kesemuanya untuk kepentingan fakta Tergugat dan saat ditanyakan mengenai kewajiban tergugat, maka Ahli langsung berkilah dengan teorinya sendiri yang tidak nyambung dengan pertanyaanku maupun pertanyaan Hakim, ujar Tonin mengakhiri keterangannya karena sudah ada panggilan boarding.

Jurnalis : Chandra Foetra S.


Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.