Header Ads

Virall!!! Pengakuan dan Keluhan Istri Oknum Anggota DPRD Mesuji Yang di Poligami Suaminya




 MesujiPost.Com | Kisah pilu keharmonisan rumah tangga Mustawi A. Ma   Oknum anggota DPRD Mesuji lampung daerah pilihan 2  yang diusung oleh Partai Nasdem  yang pergi  meninggalkan rumah diduga karena J ( istri muda).

Hasil wawancara jurnalist dengan narasumber IU  (istri tua) saat di temui dirumah kediamannya Jumat (16/03/2018) membeberkan kisah pilunya terkait kepergian suaminya (Oknum anggota DPRD mesuji) yang tak jelas keberadaannya.

"Bapak (Oknum anggota DPRD) pergi meninggalkan rumah  dari bulan Desember 2017 lalu sampai sekarang belum tahu kemana perginya, tidak tahunya suami saya menikah lagi waktu itu sehabis hari raya idul fitri , terkadang  pulang sekali untuk mengambil  apa,dalam hal perekonomian mengurus anak kadang sedih karena  tidak tahu dan entah bapaknya kemana apalagi  kalau ada orang hajatan bingung duit darimana buat kondangan, " keluhnya.


Perihal Izin terkait keiklasan maupun persetujuan suaminya  untuk menikah lagi IU hanya memberikan izin secara lisan bukan tertulis.

"Kalau izin  untuk menikah lagi  secara tertulis  tidak ada hanya secara lisan terucap," jelasnya.

IU hanya bisa pasrah dengan kondisi bahtera rumah tangganya, ditambah lagi perihal   keiklasan hati untuk  melepas suaminya menikah lagi,akan tetapi kejadian yang sudah menimpa rumah tangganya membuat IU tertanam kegelisahan.

"Pertama nya sih  tidak iklas, tapi sudah terjadi ya  lama lama iklas, tadinya sih saya tidak ngizinin suami saya nikah lagi. Siapa yang ingin kalau suaminya nikah lagi ,"gerutunya

Terkait keabsahan dalam pernikahan IU beberkan kedatangan  J (istri muda) yang  pernah datang kerumah akan tetapi sewaktu ditanya J (istri muda)  tidak bisa menunjukan surat surat pernikahannya dengan Oknum anggota DPRD

" Saya tunjukin langsung buku nikah saya  pada istri muda, ini surat nikah resmi saya, mana punya kamu (J)." cetusnya

Tertuang dalam undang undang Pasal 2 ayat (1) UU No. 1/1974 tentang Perkawinan .

Seseorang yang ingin melangsungkan pernikahan ke dua kalinya atau ingin melakukan poligami haruslah mendapatkkan persetujuan dari pada istrinya, atau jika ia ingin menikah lagi tanpa ada persetujuan dari pada pasangannya, ia harus menceraikannya dan perceraian ini hanya di mungkinkan jika ada alasan yang diatur didalam peraturan perundang-undangan untuk menjadi alasan terjadinya perceraian.

Berkaitan dengan tindak pidana terhadap perkawinan diatur dalam Pasal 279 KUHP sebagai berikut :

1) Diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun:
a) barang siapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan atau perkawinan-perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu;
b) barang siapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan atau perkawinan-perkawinan pihak lain menjadi penghalang untuk itu.
2) Jika yang melakukan perbuatan berdasarkan ayat 1 butir 1 menyembunyikan kepada pihak lain bahwa perkawinan yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Jurnalis : Robi/Helmi

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.