Header Ads

Jelang Ramadhan, Polres Mesuji Sita 655 Botol Miras dan 597 Liter Tuwak


MesujiPost.Com | Kepolisian Resort (Polres) Mesuji menggelar ungkap kasus hasil operasi serta tindak kejahatan. Meliputi kasus Miras, narkoba dan pembunuhan.

Dari kasus minuman keras (MIRAS), Korp Bhayangkara wilayah hukum Mesuji berhasil mengamankan ratusan botol miras dan ratusan liter minuman tradisional jenis tuak.

"Pemberantasan Miras ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Rhamadhan tahun 2018 yang sebentar lagi dilaksanakan umat beragama Islam," ungkap Kapolres Mesuji AKBP Edi Purnomo, SH. SIK, MM didampingi Waka Polres Kompol Hendriyansyah, SH saat menggelar prees rilis yang dilaksanakan di Mapolres setempat. Selasa (17/4/2018).

Dikatakannya, Dari ungkap kasus itu pihaknya berhasil merazia sebanyak 655 botol minuman keras dan 597 liter tuwak dan dalam kasus narkotika serta obat-obatan terlarang Polres Mesuji juga mengamankan sebanyak 3 orang tersangka berikut barang bukti narkoba.

“Tak hanya itu kita juga berhasil menangkap sebanyak 4 tersangka, satu tersangka kasus pembunuhan dan berkedapatan membawa senjata api jenis rakitan atas nama Matyani alias Mat Yakop bin Son,” jelasnya.

Dimana kata dia, 3 tersangka kasus merupakan kasus narkoba Yang bernama Riduansyah bin Yono umur 25 tahun dengan barang bukti 0,5 gram sabu. Tetangkap dikediamannya di desa muara tenang kecamatan Tanjung Raya Mesuji.

Sedangkan Febri Sopian bin Tansir umur 28 dan Yudi Hermawan Bin Paryadi Umur 25 tahun tertangkap di tempat yang sama dengan barang bukti 10,58 gram jenis sabu. "dua paket kecil di tangkap di Desa Mukti Jaya kecamatan Tanjung Raya Mesuji," tutupnya.

Jurnalis : Robby Herliansyah

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.