Header Ads

Sat Lantas Tulang Bawang Gelar Forum Group Discussion (FGD) Revisi UU LLAJ


MesujiPost.Com | Satuan Lalu Lintas Polres Tulangbawang menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait permasalahan rencana revisi UULAJ tentang Angkutan Umum tidak dalam trayek (angkutan Online).

Dari hasil FGD bersama pakar hukum dosen dari Universitas STAI Tulangbawang M Anwar Nawawi dan Pakar Transportasi Ig Djoko lukito disepakati untuk tidak melakukan revisi UU tersebut.

M Anwar Nawawi mengatakan, dengan adanya perkembangan jaman dan teknologi pada saat ini, terutama di bidang transportasi mempunyai dampak yang bersifat positif dan negative terhadap masyarakat. Salah satunya adalah muncul permasalahan di bidang transportasi seperti ojek online/Grap.

Namun pihaknya saat ini sangatlah tidak setuju dengan wacana untuk melakukan revisi UU No 22 tahun 2009 tentang UULLAJ. Mengingat UU tersebut, sudah cukup baik dirasakan masyarakat.



"Sampai saat ini dampaknya masih cukup baik untuk masyarakat luas. Untuk merevis juga memerlukan anggaran yang cukup besar dan apabila di laksanakan revisi juga, itu akan mempengaruhi terhadap peraturan lalu lintas lainya. Meskipun saat ini untuk di wilayah Tulangbawang belum ada transportasi online yang beroperasi," kata dia, usai melakukan kegiatan FGD di ruang kerja Kasat Lantas Polres Tulangbawang AKP Agustinus Rinto, Kamis (12/4/2018).

Sementara itu Pakar Transportasi Ig Djoko Lukito juga mengungkapkan hal yang sama.
Menurutnya selain membutuhkan biaya besar, pemerintah saat ini tengah gencar melaksanakan pembangunan infrastruktur.

"Saya sangat tidak setuju dengan adanya revisi UU No 22 tahun 2009 tersebut, karena sampai saat imi tidak ada kekurangan walaupun dengan banyaknya perkembangan teknologi transportasi," ujarnya.

Jurnalis : Chandra Foetra S.

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.