Header Ads

Tambang Pasir Di Sukorahayu, Lambuhan Maringai Disinyalir Tak Berizin


MesujiPost.Com | Pemkab Lampung Timur dan pihak yang berwajib lagi gencarnya menelusuri penambangan pasir yang diduga Ilegal yang bisa merusak ekosistem alam,beberapa oknum masyarakat Desa sukorahayu, diKecamatan Labuhan Maringgai, kabupaten Lampung Timur dengan dalih membuat kolam dan mempekerjakan orang untuk mengolah pasir tersebut.

Yang di dukung oknum kepala desa setempat dengan dalih membuat kolam yang di gali memakai alat berat dan mempekerjakan orang untuk mengolah dan mengemas pasir tersebut memakai sak yang berisi 50 kg per sak untuk di jual keluar daerah

Informasi ini telah di dapat dari salah satu masyarakat yang enggan di sebut namanya bahwa di desa tersebut ada beberapa warga beraktifitas membuka penambangan pasir diduga ilegal dengan bermacam dalih ingin membuat kolam dengan cara menyewa alat berat jenis Eksapator.

Salah satu pekerja mengatakan upahnya satu ton pasir dibayar 25.000 ribu, pada saat ditemui oknum masyarakat yang punya tambang, bernama Trimo (pemilik tambang pasir,red) tentang legalitas penambanga pasir miliknya beliau langsung meninggalkan beberapa wartawan yang meliput media-investigasi.com, penalampung, lampung tv, timenews dll dengan beralasan memanggil kepala desa dan beberapa perangkat desa, dikarenakan merekalah yang bisa menjawab semua urusan pasir tersebut.

"Tunggu dulu mas saya manggil perangkat desa dulu ya,"Ujar Trimo. Selang beberapa waktu tim investigasi kaget dengan kedatangan puluhan oknum yang mengaku dari LSM GMBI, malah bukan Kades ataupun pegawai Desa Sukorahayu.

Saat di wawancarai, selasa (22/05/2018) salah satu yang mengaku dari anggota LSM GMBI, bahwasanya pemilik tambang pasir (trimo, red) adalah anggota dari LSM tersebut.

"Ini temen-temen kita semua juga dari LSM GMBI,ini kan anggota kita di datangin dan di pertanyakan (oleh wartawan, red) ini temen, saya bukan perangkat desa, Kepala Desanya ada di sana, kalau abang mau kejelasan yang lebih afdol lebih kongkrit bapak ketempatnya pak lurah," Ujarnya.

Mau saya bapak-bapak ini jangan mengganggu masyarakat disini kasian kalau memang abang ingin mengungkap itu ada proyek tol (Jokowi) apa ada izin nya"? ilegal kalau memang mau ayuk sama saya nanti saya yang di depan, dan pembangunan itu bukan hanya di sini banyak itu di luar punya Rido jangan yang disini mas," Ujar Edward.

Disaat tim ingin beranjak  pulang ada beberapa oknum  anggota LSM GMBI yang  mencoba menghalangi/menunda tim investigasi diantaranya  topan dan kholik dengan bahasa kita tunggu ketua karena kami satu komando.

Tim/Red.

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.