Header Ads

Tanggapi SP2HP Polres Tuba, Tonin: Kasus Ini Jangan Dibawa Muter-muter


MesujiPost.Com | Kapolres Tulangbawang AKBP.Raswanto Hadi Wibowo menyatakan pihaknya masih mencari saksi ahli terkait kasus laporan dugaan pengancaman terhadap Wartawan JakartaDaily.

Hal tersebut disampaikan Raswanto langsung dalam perbincangan dengan Pemimpin Redaksi Jakarta Daily Hadi Suprapto, SH hari ini (5/5) menanggapi upaya Satreskrim Polres Tuba yang kembali melayangkan Surat Panggilan Ke-3 Untuk 2 Orang Saksi.

"Pemanggilan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat saksi ahli yang sebelumnya, karena saksi sebelumnya, dari Unila itu belum menguatkan atas perkara ini," katanya.

Meski demikian Raswanto mendorong proses ini cepat selesai. "Kita sharing saja, seandainya penasehat hukum Jakarta Daily atau saksi ahlinya bisa hadir di Satreskrim saya kira prosesnya akan lebih cepat," imbuhnya.

Menanggapi perkara saksi ahli yang "merepotkan" Polres Tulang Bawang itu, Advokat yang sekaligus Penasehat Hukum Sinergy Media Group  Ir. Tonin Tachta Singarimbun, S.H. dari Andita's Law Firm Jakarta, menyatakan sebaiknya masalah ini jangan dibawa muter-muter.

Jika mendengar keterangan dan kesimpulan yang dikatakan oleh Ahli Bahasa dari Kantor Bahasa Lampung atas nama Kiki Zakiah, S.S  tersebut yang di uraikan melalui SP2HP, menimbulkan pertanyaan baginya, menurutnya keterangan tersebut tidak masuk akal dan tidak benar.

Melalui pesan wahtsapp miliknya, Tonin mengatakan,  "Minta ajukan ahli yang lain lagi, karena ahli itu sakit perut, ahli salah satu alat bukti dan ada 4 alat bukti lainnya, untuk jadi tersangka cukup 2 alat bukti dan untuk dihukum 3 alat bukti tambah keyakinan, cari guru bahasa indonesia kelas SD saja....., kalau saya simak dari rekaman percakapan antara pelapor dan terlapor, kalimat "Anjing" sudah suatu makian, "Pecahkan Mulut" sudah ancaman, terus adapun kalimat "Ingat janji saya" dan "Mati" itu sudah masuk ranah pengancaman dan menakut-nakuti, sekarang kalau penyidik mau dipecahkan mulutnya apa bukan ancaman," tegas Tonin.

"Kalau ahli bahasa mana tahu ancaman atau bukan, dan itu kan bukan tulisan, secara psikologis apakah orang terancam atau tidak dengan kata-kata itu, jadi bukan isi bahasanya, dan penyidik suruh baca lagi unsur ancaman dalam KUHP," tutupnya.

Terkait laporan pengancaman terhadap wartawan jakartadaily.com pada tanggal 11/02/2018 lalu kepada Polres Tulang Bawang, dengan nomor LP/48/II/2018/POLDA LPG/RES TUBA yang dilakukan oleh oknum Ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) Kabupaten Tulang Bawang atas nama Elian Toni (Terlapor), masih berlanjut.

Pada tanggal 7 April 2018 lalu, kembali Satreskrim Polres Tulang Bawang memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) kedua dan Surat Panggilan kedua untuk 4 orang saksi atas nama, Hj. Harlina (Komisaris RS. Penawar Medika), Panca Widya Wati (Istri Pelapor), Feri Yadi, dan Junaidi.

Dari empat saksi yang menerima syarat panggilan tersebut, hanya 2 orang saksi saja yang datang dan memberikan keterangan kepada pihak kepolisian Polres Tulang Bawang.

Oleh karena hal tersebut, kembali pihak Kepolisian Reskrim Polres Tulang Bawang melayangkan surat panggilan ke tiga untuk dua orang saksi yang tidak hadir atas nama Junaidi dan Feri Yadi pada hari Jum'at (4/5/2018) melalui Chandra Foetra S. (Pelapor) dan rekannya Robi H.

Chandra berharap agar pihak Kepolisian Polres Tulang Bawang bisa lebih cepat menangani pelaporannya yang sudah hampir tiga bulan lamanya terhitung sejak tanggal 11 Februari 2018 lalu hingga sekarang.

Penasehat Hukum Sinergy Media Group Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH, MH ( ANDITA’S LAW FIRM Jakarta ) dengan tegas akan mengawal kasus ini sampai di persidangan nantinya.

Jurnalis : Robi Herliansyah
Editor   : Niki Putune Sinten

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.