Header Ads

Woow..! PNS Berkerja Bawa Anak, Bupati Diam Saja


MesujiPost.Com | Hari pertama masuk kerja pasca libur libaran terjadi pelanggaran berat di Pemkab Tulang Bawang. Selain sejumlah PNS mangkir, ada pula PNS yang bawa anak ketika kerja.

Argumen klise yang kerap dilontarkan PNS karena anak-anak tidak ada yang mengasuh. Alhasil, pemandangan yang tidak elok dan menyalahi aturan terjadi di ruang kerja.

Ketika hal ini ditanyakan kepada oknum PNS yang melanggar tersebut, Ia berkilah dengan berbagai macam alasan. Seperti contoh salah satu staf administrasi yang ada di Kantor Dinas Bupati Tulang Bawang, Hesti yang membawa anaknya ke tempat kerja, Kamis (21/06/2018).

Saat dikonfirmasi oleh MesujiPost.com, Hesti mengatakan bahwa dirinya terpaksa membawa anak dikarenakan baby sisternya telah pulang kampung dan belum pulang.

"Saya membawa anak karena saya kan PNS dan harus masuk kerja, apalagi ini hari pertama kerja setelah libur lebaran, karena baby sister saya lagi pulang kampung, jadi terpaksa saya bawa anak saya," ucap Hesti.

"Sebenarnya sih memang tidak dibolehkan, tapi ya gimana lagi pak, anak saya kan masih kecil dan tidak ada yang mengasuh," kilah Hesti.

Meski telah jelas melanggar aturan, karena bekerja membawa anak, hingga berita ini ditayangkan belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang.

"Aneh tapi nyata hal seperti ini terjadi di Tulang Bawang. Ajaibnya lagi, Bupati diam saja," gerutu seorang wartawan yang kemarin ikut memantau suasana kerja di Pemkab Tulang Bawang pasca Libur Lebaran.

Jurnalis  : Robby  Herliansyah /Helmi
Editor  : Ummi Khalsum

2 komentar:

  1. Tolong sekalian posting menyalahi aturan no berapa tahun berapa dong. biar beritanya ada dasarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar kalo bikin berita berdasar, kan bukan dibilang berita yang menyebarkan kebencian, hoax dan fitnah.

      Hapus

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.