Header Ads

Maraknya Proyek Siluman Di Kabupaten Lampung Timur


MesujiPost.Com | Lampung Timur,- Peraturan kepres no 80 tahun 2003 tentang pekerjaan atau proyek yang memakai dana anggaran APBD atau APBN, di wajibkan memakai papan proyek. Dan, UU, no 14 th 2008 tentang keterbukaan informasi dan publikasi sudah sangat jelas. Ironisnya, Peraturan yang sudah ditetapkan tersebut tidak membuat gentar para pelaku/oknum-oknum yang masih saja melanggar ketentua-ketentuan yang sebagaimana mestinya.

Seperti salah satu cotoh beberapa proyek yang ada di wilayah Pemerintahan Kabupaten Lampung Timur. Pada tahun  2018 ini, Pemerintah setempat kembali menganggarkan dana miliyaran rupiah melalui APBD untuk membangun berbagai  infrastructure seperti jalan dan lain lain.

Salah satu diantaranya adalah proyek pengaspalan jalan yang menghubungkan antara Desa Mulyosari menuju Desa Pasir Sakti  Lampung Timur  yang saat ini sedang dalam pengerjaan, adapun di Dusun Transos, Desa Rejomulyo yan telah selesai pengerjaannya.

Dari hasil pantauan awak media, diduga beberapa proyek tersebut baik yang sedang dikerjakan ataupun yang sudah dikerjakan tersebut diduga tidak ada papan nama Proyek yang terpasang, sehingga sangat sulit untuk mengetahui berapa volume, siapa kontraktor dan rekanan yang mengerjakan dan berapa anggaran  yang digunakan untuk membiayai  pengerjaan proyek tersebut.

Andapun Dipoto  dokumentasi Proyek tersebut ada papan nama  yang terpasang, hanya untuk dokumentasi saja dan setelah pemotretan di cabut kembal.

"Di jalur lokasi proyek ini tidak ada papan nama  proyek terpasang  dan kami tidak tahu, proyek apa yang sedang dibangun, berapa volumenya serta dana apa yang digunakan untuk membiyainya," kata Udin, salah satu warga setempat saat bertemu dan berbbincang bincang  dengan awak media, Minggu (10/5/2018).

Hal senada juga dikatakan oleh Yono, Warga Desa Rejomulyo yang  juga menyampaikan Bahwa selama proyek pengaspalan jalan yang  telah selesai dikerjakan tidak terlihat adanya papan proyek.

"Proyek Pengaspalan Jalan di Desa ini tidak pernah saya lihat disepanjang jalan adanya papan  nama, sehingga kami tidak  Tahu apa nama proyek tersebut, berapa volume kepanjangannuya, dan siapa yang mengerjakan serta anggaran yang digunakan dari dana apa untuk membiayainya", ungkapnya.

Diduga sudah menjadi tradisi setiap Pengerjaan Proyek dinas PUPR Kabupaten Lampung Timut tanpa adanya papan proyek dan terkesan proyek siluman (bodong).

Sebelumnya pemberitaan ini ditayangkan, awak media sudah mencoba melakukan konfirmasi melalui seluler kepada Kepala Bidang pembangunan jalan dan jembatan Dinas PUPR Lampung Timur, Asep Wirakarsa, namun tidak pernah ada jawaban.

Banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang proyek pengaspalan jalan tersebut yang sudah dibangun ataupun yang lagi dalam pelaksanaan, dari manakah sumber dananya, berapakah anggaranya, dan kenapa tidak dipublikasikan atau diberitahukan??? Jelas disebutkan dalam undang-undang no. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi dan publikasi, bahwa setiap proyek yang didanai oleh APBD atau APBN harus menggunakan pelang proyek dengan tujuan, agar masyarakat luas dapat mengetahui bahwa proyek tersebut dari APBD kah atau APBN kah, berapa pagu anggaranya, berapa volume pekerjaanya, serta berapa lama masa pelaksanaan dan perawatanya?? dari sana baru bisa diketehui, layak apa tidakah pekerjaan tersebut dengan dana yang dianggarkan, sesuai apa tidakah pekerjaan dan volumenya.

Tim/Red

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.