Header Ads

Program Bantuan Pupuk Raib, Sejumlah Kelompok Tani Di Kecamatan Jabung Mengeluh


MesujiPost.Com | Masalah pupuk Urea bersubsidi di Kecamatan Jabung, Lampung Timur kembali menjadi sorotan saat ini. Pasalnya, diduga ada sejumlah petani yang tidak terima jatah.

Padahal, alokasi pupuk urea dimaksudkan untuk mempermudah para petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi, pada tahun 2017 Pemerintah setempat telah memprogramkan pemberian bantuan pupuk urea bersubsidi kepada para petani.

Tidak terkecuali dengan petani yang ada di wilayah Kecamatan Jabung, Lampung Timur juga menerima bantuan pupuk yang berjumlah 15 ton/Desa. Namun sayangnya, bantuan pupuk bersubsidi itu tidak bisa  di nikmati oleh para petani di Desa Betengsari.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media dilapangan, petani di Desa Beteng Sari menerima hak bantuan pupuk tersebut, karena diduga tidak disalurkan kepada kelompok tani dan jatah alokasi pupuk diduga raib entah dikemanakan.

Menurut AR salah seorang Ketua Kelompok Tani yang ada di desa tersebut menuturkan, bahwa sejak kepengurusan Gapoktan (gabungan kelompok tani) yang baru kelompoknya belum pernah mendapatkan bantuan apapun.

"Ya, itulah realita yang ada. Sejak kepengurusan gapoktan yang baru kelompok kami belum pernah  mendapatkan bantuan apapun," ungkap AR saat dihubungi awak media ini, sesaat yang lalu. (14/6/2018).

Andaikan pun ada berita acara, imbuh AR, penerimaan pupuk yang ditanda tangani para Ketua Kelompok Tani tersebut, maka itu bukan tanda tangan kami, karena kami tidak pernah menanda-tangani berita acara apapun terkait penerimaan bantuan pupuk tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh beberapa anggota kelompok tani lainnya  yang enggan disebutkan jati dirinya.

"Kelompok saya sejak Kepengurusan Gapoktan baru juga belum pernah menerima bantuan pupuk urea bersubsidi," jelasnya.

Informasi yang diperoleh di Desa Betengsari, setidaknya ada  8 Kelompok Tani  yang tergabung dalam keanggotaan Gapoktan Sumber Tani  diantaranya adalah Sumber rejeki 1 dengan kebutuhan  pupuk 2000 kg.

- Mandiri 3/ 2.000Kg
- Karyamakmur 3 /1.750kg.
- Lestari 3/ 2000 Kg.
- Rukun Tani / 1.750 Kg
- Bhakti 1 /1.750 kg
- Bhakti 3/1.750.
- Karya makmur 2 / 2000 kg .

Dengan jumlah keseluruhan kebutuhan akan pupuk mencapai 15 ton.

Ketua Gapoktan Sumber Tani saat hendak dikonfirmasi perihal tersebut dikediamannya (13/6/2018), yang bersangkutan sedang tidak di tempat dan kediamannya tertutup rapat.

Sementara Korluh Pertanian kecamatan Jabung (Kpd Pertanian) saat dikonfirmasi tentang hal tersebut (13/6/2018) mengatakan bahwa pupuk untuk Desa Betengsari memang belum dibagikan dan jumlahnya bukan 15 ton, tetapi 125 Sak.

"Pupuk untuk Betengsari memang belum disalurkan dan jumlahnya 125 sak, bukan 15 ton," jelas Adin salamah. Adin menyebutkan, bahwa, "kalau di seluruh kabupaten tahun 2018 belum ada yang disalurkan, kalau tahun  yang lama(2017) sudah semua, termasuk Desa Betengsari, silahkan tanya sama sekretaris Gapoktan pak Bakir," pungkasnya.

Informasi yang diperoleh awak media ini dilapangan, diduga pengurus Gapoktan Desa tersebut  telah door to door ke kelompok tani  dan meminta mereka untuk bungkam.

"Telat sampean mas Toni...Gapoktan baru Sugiono sama Bakir, Rabu (20/6/2018) seharian dor to dor ke kelompok yang dapet bantuan pupuk itu. Mereka  disuruh bungkam," jelas sumber yang enggan disebut jati dirinya.

Penulis : Herwan Toni
Editor    : Chandra Foetra S

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.