Header Ads

Terjadi Di Tulang Bawang, Caleg 2019 Partai PKS Diduga Kakangi UUD Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Citra Diri


MesujiPost.Com| Tulang Bawang,- Dalam surat edaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dengan nomor : 0797/b.Bawaslu/PM.00.00/V/2018 pada tanggal 18 Mei 2018 lalu, terkait Pelaksaan Pengawasan Larangan Kampanye sebelum Jadwal Tahapan Kampanye, disebutkan dalam pasal 267 Undang-undang nomor 7 tahun 2017 Pemilihan Umum menyebutkan partai politik peserta Pemilu tahun 2019 dapat melaksanakan kampanye sejak 3 (tiga) hari setelah ditetapkan daftar calon tetap (DCT) anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada 23 September 2018.

Pasal 1 nomor 35 Undang-undang nomor 7 tahun 2017 Pemilihan Umum menyebutkan, Kampanye Pemilu adalah kegiatan peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta Pemilu untuk menyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau Citra diri peserta Pemilu. Kegiatan yang mengandung unsur citra diri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat 35 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dilarang sebelum masa kampanye. Unsur citra diri tersebut sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 1 ayat 35 adalah, Logo Partai dan/atau Nomor urut Partai.

Adapun pasal 73 nomor 10 dan pasal 187 Undang-undang nomor 7 tahun 2017 menyebutkan, Pemberian uang atau materi lainya dalam bentuk zakat, infaq, sedekah atau sebutan lainya selama bulan puasa diperbolehkan sepanjang tidak mengandung unsur kampanye dan pemberian uang atau barang dalam Pemilihan dan Pemilu tersmasuk unsur citra diri.

Namun surat edaran Bawaslu dan ketentuan-ketentuan tersebut terkesan tidak digubris oleh Caleg DPRD Provinsi Lampung dan Caleg Kabupaten Tulang Bawang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dari hasil pantauan mesujipost.com, pasangan Caleg tersebut telah membagi-bagikan sembako berupa minyak goreng dan tepung terigu yang dibungkus dengan kantong plastik yang berlogo partai dan nama pasangan Calon Legislatif (Caleg) 2019 DPRD Pusat, Provinsi maupun Kabupaten, berserta kalender berlogo partai dan nama Calon Legislatif (Caleg).

Diketahui nama pasangan Calon Legislatif (2019) DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera yang dicantumkan di kantong plastik berserta photo dikalender yang dibagi-bagi kesejumlah warga di Kampung Kahuripan Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang tersebut adalah, Caleg DPRD Pusat atas nama Ir. H. A. Junaidi Auly, MM, Caleg DPRD Provinsi H. Semin S.pd,i yang dimana saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Komisi 4 serta Caleg DPRD Kabupaten atas nama H. Agus Maramis, Spd.

Pembagian sebako yang berlogo partai dan nama Caleg tersebut terjadi pada Hari Jum'at (16/05/2018) lalu disalah satu rumah warga atas nama Eni, Kampung Kehidupan Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang sekitar pukul 15:30 wib. Saat ditemui dirumah kediamannya, Kamis (24/05/2018) Eni kepada mesujipost.com membenarkan adanya pembagian sembako tersebut, bahkan yang membagikan langsung adalah Kedua Caleg atas nama H. Agus dan H. Semin.

"Memang benar mas, pada saat itu saya hanya mengundang ibu-ibu warga sini untuk berkumpul dirumah saya, dan yang membagikan sembako itu bukan saya, tapi Pak Agus dan Pak Semin, saya hanya ketempatan saja dan tidak tahu apa-apa, karena dimintain tolong saja sama Pak Agus karena saya teman dekatnya saja". Ungkap Eni kepada mesujipost.com dengan nada gugup.

Disisi lain, Calon Legislatif (Caleg) 2019 DPRD Provinsi, H. Semin, S.pd,i yang saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Komisi 4 sewaktu dikonfirmasi melalui telpon seluler kepada mesujipost.com menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui kalau sudah ada surat edaran dari Bawaslu terkait larangan tersebut dan mengakui bahwa dirinya sudah dipanggil oleh Pengawas Kecamatan setempat.

"Jadi pada saat itu saya bener-bener tidak tahu mas kalau ada larangan terkait bagi-bagi sembako menggunakan logo partai dan nama calon, toh mumpung di bulan suci ramadhan saya niatnya zakat mas, setelah 2 hari kemudian setelah itu, baru saya menerima surat edaran tersebut, lagian masalah ini saya sudah dipanggil oleh Pengawas Kecamatan (Panwascam) setempat dan sudah klarifikasi". Ungkap Senin.

Ketua Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Banjar Baru, Taufik saat dihubungi melalui telpon seluler , membenarkan akan hal tersebut dan sudah melakukan panggilan secara tertulis kepada yang bersangkutan.

" Memang benar akan hal tersebut, dan kami sudah lakukan panggilan secara tertulis dan teguran secara lisan agar tidak dilakukan hal tersebut kembali sesuai dengan surat edaran Bawaslu". Jelasnya.

Dengan adanya pemberitaan ini, diharap kepada Pengawan Kabupaten (Panwaskab) Tulang Bawang dan Bawaslu agar segera melakukan tindakan tegas terhadap pasangan Calon Legislatif (Caleg) 2019 DPRD Provinsi maupun Kabupaten dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut yang diduga telah melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan.

Penulis : Chandra Foetra S

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.