Header Ads

Terkait Dugaan Punggutan Fee 10 Persen Yang Menyebabkan 50 Proyek Sumur Bor Terbengkalai, Kadis Pertanian Tuba Diduga Menghindar Dari Media


MesujiPost.Com | Tulang Bawang,- Terkait pemberitaan dugaan pungutan fee sebesar 10 Persen yang dilakukan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Tulang Bawang, Sumarno ditahun 2017, dinas pertanian Kabupaten Tulang Bawang mendapatkan proyek untuk pembuatan/pengadaan sumur bor sebanyak 50 (lima puluh) titik, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017 yang tersebar di beberapa kecamatan dengan pagu anggaran yang disediakan, untuk setiap titik pembuatan sumur bor adalah sebesar Rp. 91.360.000,- (sembilan puluh satu juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah), jadi total semua anggaran untuk 50 titik sebesar Rp. 4.568.000.000,- (empat miliar lima ratus enam puluh delapan juta rupiah).

Namun fakta di lapangan Proyek pengadaan sumur Bor tersebut hingga saat ini masih belum terealisasi sepenuhnya dan terkesan terbengkalai, padahal anggaran yang disediakan cukup fantastis besar hingga mencapai miliyaran rupiah. 

Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh mesujipost.com kepada narasumber yang enggan disebutkan namanya, memperoleh data yang cukup mencengangkan. “Oknum Kepala Dinas Pertanian berinisial Sumarno, meminta fee sebesar 10 % kepada pelaksana proyek di setiap titik pembuatan sumur bor,” paparnya.

Sudah bisa dipastikan berapa banyak uang yang diraup oleh oknum kepala dinas pertanian tersebut, tentunya cukup mencengangkan karena nilainya mencapai Rp. 456.800.000,- (empat ratus lima puluh enam juta delapan ratus ribu rupiah).

Tentunya hal Sedemikian, akan berdampak kepada kualitas dari pembuatan sumur bor sebanyak 50 titik di tahun 2017, yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang.

Sementara, Kenendi Selaku Seketaris Dinas Pertanian Tulang Bawang saat di konfirmasi prihal pemberitaan di beberapa media nasional tentang pekerjaan 50 titik Proyek sumur bor Tahun 2017 dan Setoran Wajib bagi para rekanan Terkesan Kaku untuk memberikan Komentar saat dijumpai wartawan diruangannya Rabu (30/5).

"Proyek tersebut sudah sesuai dengan spek juklak dan juknis pekerjaan, tetapi bila ada komplain nanti pihak dinas akan turun melakukan pemantauan kembali ke lokasi sumur bor yang dianggap masalah tersebut," kelitnya.

Dengan print out bukti tayang pemberitaan di beberapa media online nasional lanjutnya, dia akan lakukan koordinasi dengan Pelaksana Anggaran (PA), Kepala Dinas, Kemudian Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta Kepala Bidang (kabid) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)

"mengingat saat ini mereka sedang tidak ada dikantor biarlah saya selaku Seketaris yang akan menyampaikannya kepada yang memiliki pungsi, atau temui saja langsung Kepala Dinas nya untuk mempertanyakan hal tersebut," katanya.

Kenedi pun berharap dengan adanya pemberitaan terkait temuan wartawan tentang Pungutan liar  (pungli) wajib bagi kontraktor
bila memang wartawan memiliki bukti atas pungli tersebut untuk sementara waktu dia berharap  untuk bersabar dan tidak melanjutkan. 

"Saya selaku sekertaris Dinas Pertanian Tulang bawang, berharap kepada media untuk bersabar supaya tidak melanjutkan  berita apalagi berita miring," Pintanya.

Penulis : Prabu
Editor    : Chandra Foetra S

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.