Header Ads

Maraknya Peredaran Miras, LSM Albadar Kabupaten Tulang Bawang Angkat Bicara


MesujiPost.Com | Menyikapi pemberitaan sebelumnya yang sempat viral dibeberpa media terkait maraknya peredaran minuman keras beralkohol (Miras) dan tempat hiburan malam (THM) yang diduga menjadi tempat peredaran miras dan diduga menjadi tempat prostitusi terselubung di sejumlah lokasi di Kabupaten Tulang Bawang, Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Bangun Daerah (LSM Albadar) Kabupaten Tulang Bawang berharap dan meminta dengan tegas agar semua pihak baik Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif yang berkompeten seperti Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD serta Pihak Kepolisian setempat agar segera mentindak lanjutinya sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) serta Undang-undang yang berlaku.

Sekretaris Ketua LSM Albadar Kabupaten Tulang Bawang, Perwira kepada krew Sinergy Media Utama, Minggu (08/07/2018), berharap agar hal tersebut seluruh pihak yang berkompeten segera lakukan tindakan tegas sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ditetapkan dan jangan terkesan diduga ada unsur tutup mata.

"Saya berharap kepada seluruh pihak yang berkompeten seperti Pemerintah Daerah, DPRD dan Pihak Kepolisian setempat dalam menyikapi terkait maraknya peredaran miras dan tempat-tempat hiburan malam (THM) seperti karaoke keluarga atau warung/kios dan tempat-tempat lainya yang menyediakan minuman keras agar segera memberikan sanksi tegas sesuai Peraturan Daerah yang sudah ditetapkan, dan apabila tidak segera menyikapi hal tersebut, berarti saya duga mereka telah melakukan tidakan melawan hukum dengan tidak menegakanya Perda yang sudah ditetapkan teesebut", ucap Perwira.

Dilain sisi, Junaidi Arsat, SE, selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Bangun Daerah (LSM Albadar) Kabupaten Tulang Bawang, Minggu (08/07/2017) saat dikonfirmasi melalui seluler oleh wartawan Sinergy Media Utama mengatakan, bahwa peredaran miras disejumlah tempat hiburan malam (THM) sudah sangat jelas akibat diduga kurangnya pengawasan yang ketat dari Pemerintah setempat, dan dengan adanya hal ini Pemerintah Daerah serta pihak-pihak yang berkompeten lainya harus segera mentindak lanjutinya, apalagi sudah ada Peraturan Daerah (Perda) terkait miras tersebut yang sudah ditegakan, selain itu, Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) dan DPRD setempat juga sangat berkompeten selaku salah satu penegak Perda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga punya wewenang untuk melakukan razia gabungan dan melibatkan Kepolisian serta pihak-pihak lainya seperti Dinas Pariwira dan Perizjnan dalam memberantas peredaran miras dan mengecek izin usahanya, karena saya duga masih banyak juga tempat-tempat hiburan malam seperti Karaoke keluarga dan tempat hiburan malam yang berkedok Rumah Makan yang belum memiliki izin, apalagi untuk menyediakan minuman keras beralkohol", Ucap Junaidi.

LSM Albadar Kabupaten Tulang Bawang, menilai Peraturan Daerah (Perda) terkait miras seperti tertuang dalam Perda no 5 tahun 2004 tak lagi membuat jera para oknum pengusaha yang menyediakan miras di Tulang Bawang . Sebaliknya, lemahnya pengawasan para penegak hukum membuat para pelaku usaha hiburan seperti mendapat "tempat terhormat".

Adanya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tulang Bawang no 5 tahun 2004 tersebut tidak menjadi penghalang bagi para pelaku usaha hiburan untuk mencari uang haram dari bisnis menjual minuman keras beralkohol (Miras) tersebut.

Meskipun sudah ada jelas ditegaskan didalam Peraturan Daerah (Perda) terkait miras sejak beberapa tahun yang lalu yaitu, Perda no 5 tahun 2004 tentang larangan produksi, penimbunan, pengedaran dan penjualan minuman keras (Miras). Berdasarkan BAB 2 pasal 4 Perda Kabupaten Tulang Bawang no 5 tahun 2004 yang berbunyi ; setiap orang atau badan hukum atau perusahaan dilarang keras menjual minuman keras di warung, kios minuman, kantin, rumah, panti pijat, kaki lima, terminal, hotel, dan tempat keramaian. Dan berdasarkan Bab 4 pasal 6 Perda no 5 tahun 2004 yang berbunyi ; barang siapa melanggar pasal 2,3,4 dan 5 perda ini diancam dengan pidana 6 bulan penjara dan denda Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah).

Penulis : Prabu/Bandarudin
Editor    : Chandra Foetra S

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.