Header Ads

Peredaran Miras Dan Praktek Prostitusi Terselubung Semakin Marak Di Sejumlah THM, Pemda Dan DPRD Tuba Diduga Kakangi Perda


MesujiPost.Com | Tulang Bawang,- Peredaran minuman keras beralkohol (Miras) masih marak terjadi di sejumlah lokasi di Kabupaten Tulang Bawang, aparat terkait serperti Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat terkesan tutup mata dan tidak menggubris maraknya peredaran minuman berbahaya tersebut yang masih saja terjadi dan semakin bertambah tempat-tempat hiburan malam (THM) di sepanjang Jl. Lintas Timur Tulang Bawang.

Meskipun sudah ada Peraturan Daerah (Perda) terkait miras sejak beberapa tahun yang lalu yaitu, Perda no 5 tahun 2004 tentang larangan produksi, penimbunan, pengedaran dan penjualan minuman keras (Miras). Berdasarkan BAB 2 pasal 4 Perda Kabupaten Tulang Bawang no 5 tahun 2004 yang berbunyi ; setiap orang atau badan hukum atau perusahaan dilarang keras menjual minuman keras di warung, kios minuman, kantin, rumah, panti pijat, kaki lima, terminal, hotel, dan tempat keramaian. Dan berdasarkan Bab 4 pasal 6 Perda no 5 tahun 2004 yang berbunyi ; barang siapa melanggar pasal 2,3,4 dan 5 perda ini diancam dengan pidana 6 bulan penjara dan denda Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah).

Adanya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tulang Bawang no 5 tahun 2004 tersebut tidak menjadi penghalang bagi para pelaku untuk mencari uang haram dari bisnis menjual minuman keras beralkohol (Miras) tersebut. Diduga adanya pembiaran oleh pihak-pihak terkait Pemda dan DPRD setempat yang menjadi menjamurnya tempat hiburan malam (THM) seperti tempat karaoke keluarga atau warung remang-remang yang menjadi alternatif maraknya peredaran miras dan diduga menjadi peluang untuk kegiatan prostitusi terselubung.

Ironisnya, keberadaan tempat-tempat tersebut diduga tanpa adanya pengawasan yang intensif dan tindakan tegas dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Kabupaten Tulang Bawang. Maraknya peredaran miras yang juga diduga menjadi tempat prostitusi terselubung dan berkedok tempat karaoke keluarga dan warung remang-remang tersebut, diduga sengaja dibiarkan oleh Pemda Tulang Bawang, Bahkan komisi IV DPRD Tulang Bawang yang konsen mengawasi pariwisata dan hiburan, terkesan acuh menanggapinya.

Dari hasil pantauan mesujipost.com yang menyamar sebagai tamu kesalah satu tempat karaoke keluaraga yang ada di Jl. Lintas Timur Unit 2 Tulang Bawang, kamis (05/07/2018) selain menyediakan minuman keras, tempat tersebutpun menyediakan perempuan yang berpenampilan seksi sebagai pemandu lagu atau sering disebut dengan nama PL dengan tarif 50.000,- sampai 75.000,- perjamnya.

Salah satu pemandu lagu (PL) sebut saja Bunga yang berhasil dikonfirmasi oleh media, mengakui dirinya memang bekerja sebagai Pemandu Lagu (PL) dan menemani tamu untuk minum atau nyanyi bersama, namun apabila ada tamu yang meminta pelayanan lebih darinya, dirinya pun mengakui sering menerima asalkan harganya sesuai untuk diajak kencan.

"Ya saya disini udah lumayan lama bekerja sebagai Pemandu Lagu (PL), selain itu paling nemenin nyanyi dan minum aja, untuk masalah upah atau bayaran saya bekerja disini di hitung perjamnya sebesar 75.000,- , paling sampinganya dari persentase minuman yang dibeli tamu perbotolnya Rp.10.000,- dan saweran dari tamu aja, tapi kalau ada tamu yang ingin mengajak sotime atau kencan, sering juga asalkan sesuai harga dan ada uang cabutnya untuk bawa saya kehotel atu penginapan", kata Bunga.

Dengan adanya pemberitaan ini, diharap kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Tulang Bawang serta instansi terkait agar segera memberikan sanksi tegas sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) no 5 tahun 2004 kepada para oknum pelaku bisnis haram tersebut yang masih marak terjadi di wilayah hukum Kabupaten Tulang Bawang, agar tidak terkesan adan pembiaran dan unsur kerjasama serta menjadikan Perda tersebut sebagai topeng atau pormalitas belaka.

Penulis : Chandra Foetra S

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.