Header Ads

Tanah Digusur Belum Diganti Rugi, Ahli Waris Minta Pemerintah Selesaikan Masalah


MesujiPost.Com | Lampung Timur,- Berkenaan dengan persoalan tanah seluas 4624 m2  milik Batin Terus Husin (alm), warga Desa Jabung yang terletak di dekat sungai Sekampung yang telah digusur oleh Pemerintah untuk pembangunan Mega Proyek Bendung Bergerak Jabung, ahli waris pimilik tanah tersebut di duga belum menerima pembayaran ganti rugi hingga sekarang dari Pemerintah setempat.

Lekok Abadi atau yang terkenal dengan sebutan Minak Mas Lekok beserta keluarga besarnya mepada Krew Sinergy Media Utama, Selasa (11/7/2018) mengatakan, sebagai ahli waris  dirinya meminta kepada Pemerintah, pihak yang berwajib serta instansi terkait agar dapat mengusut sampai dengan tuntas Persoalan tersebut dan  menindak tegas  siapa oknum yang telah memperjual belikan tanah milik almarhum orang tuanya.

"Sebagai anak dan ahli waris, saya meminta kepada Pemerintah, pihak berwajib, agar segera mentundak lanjuti masalah tersebut dan tidak tutup mata serta dapat mengusut serta menyelesaikan persoalan tersebut sampai tuntas dan menindak tegas siapa pelaku yang telah menjual belikan tanah milik orang tua kami", kata Lekok.

Menurut lekok, orang tuanya beserta  para ahli waris belum pernah menjual tanah tersebut kepada siapapun "orang tua kami (alm) beserta kami selaku ahli waris belum pernah menjual tanah tersebut kepada siapapun juga", imbuhnya.

Lebih lanjut Lekok pun mengatakan, tanah milik orang tuanya tersebut saat ini sudah digusur, sementara diri nya dan keluarga belum menerima pembayaran ganti rugi dari yang bersangkutan.

"Tanah milik orangtua kami sudah digusur dan kami sebagai ahli waris belum menerima ganti rugi pembebasan tanah tersebut", tutupnya.

Penulis : Herwan Toni
Editor    : Chandra Foetra S

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.